PUDURNYA LAMPU SURAU
Pudurnya Lampu Surau
Sudah 18 tahun reformasi. Sudah 15 tahun Kita baliak ka nagari. Rp 3,3Triliyun kerugian Sumbar karena mentalak desa, menikahi nagari! Kita rela demi mengulang nostalgia indah ba nagari....
Lembaran sejarah minangkabau mencatat bahwa Surau adalah lembaga pendidikan luar biasa, melahirkan generasi super; tempat belajar membaca menulis, mengaji Alquran, mendalami agama, basilek, berundiang,adat, dll.
Nagari dan Surau tidak bisa dipisahkan. Surau pusat pendidikan anak nagari. melahirkan tokoh besar, para pembangun nagari, pejuang kemerdekaan, ulama islam;Mereka; Nyiak Canduang, Nyiak Parabek, Agus Salim, Syahrir, Yamin, Hatta, Abdul Muis, Agus Salim, Hamka
Dari surau mereka berbuat untuk minang,indonesia,bahkan dunia!
Kini, apa kabar surau?mushala?masjid? Surau hanya untuk shalat kakek dan nenek? Peringatan hari besar sesekali? Didikan shubuh anak2?
Kapan pemuda memenuhi surau?... mendalami agama? Mengkaji adat?
Cahaya lampu listrik memang semakin terang benderang, tapi Cahaya Hakiki surau telah beransur pudur!,
baliak ba nagari tanpa baliak ka surau akan sia sia! Mustahil mengulang nostalgia indah minang tempo doeloe!
Comments
Post a Comment